Kamis, 12 Juni 2014

TUGAS PERSENTASI PEREKONOMIAN INDONESIA

PENGENTASAN KEMISKINAN
 DENGAN PROGRAM KB
http://reniashellyana.files.wordpress.com/2012/09/logo_gunadarma.jpg

Nama Kelompok :
Annisa Nur Rakhmasari 2A213147
Rika Andriyanie 2A213143
Andri Kevin 2A213111
Ryan Alfa Devota 2A213142
Diesca Titanayu 2A213009

Dosen :
Pak Mujiyana

Mata Kuliah :
Perekonomian Indonesia

Kelas: 1 EB 22
UNIVERSITAS GUNADARMA
BEKASI
2014





KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul ”Pengentasan Kemiskinan dengan Program KB
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.

Jakarta, 12 Juni 2014

Penyusun








BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
“Kemiskinan yang meluas merupakan tantangan terbesar dalam upaya-upaya Pembangunan” (UN, International Conference on Population and Development, 1994)
Proses pembangunan memerlukan Gross National Product (GNP) yang tinggi dan pertumbuhan ekonomi yang cepat. Dibanyak negara syarat utama bagi terciptanya penurunan kemiskinan yang tetap adalah pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi memang tidak cukup untuk mengentaskan kemiskinan tetapi biasanya pertumbuhan ekonomi merupakan sesuatu yang sangat dibutuhkan, walaupun begitu pertumbuhan ekonomi yang baguspun menjadi tidak akan berarti bagi masyarakat miskin jika tidak diiringi dengan penurunan yang tajam dalam pendistribusian atau pemerataannya.
Fenomena kemiskinan telah berlangsung sejak lama, walaupun telah dilakukan berbagai upaya dalam menanggulanginya, namun sampai saat ini masih terdapat lebih dari 1,2 milyar penduduk dunia yang hidup dengan pendapatan kurang dari satu dolar perhari dan lebih dari 2,8 milyar penduduk dunia hanya berpenghasilan kurang dari dua dollar perharinya.
Mereka hidup dibawah tingkat pendapatan riil minimum internasional. Garis tersebut tidak mengenal tapal batas antar negara, tidak tergantung pada tingkat pendapatan perkapita di suatu negara dan juga tidak memperhitungkan perbedaan tingkat harga antar negara.
Terlebih bagi Indonesia, sebagai sebuah negara berkembang, masalah kemiskinan adalah masalah yang sangat penting dan pokok dalam upaya pembangunannya. Menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2002, jumlah penduduk miskin Indonesia mencapai 38,4 juta jiwa atau 18,2% dari jumlah penduduk Indonesia.
Masyarakat miskin sering menderita kekurangan gizi, tingkat kesehatan yang buruk, tingkat buta huruf yang tinggi, lingkungan yang buruk dan ketiadaan akses infrastruktur maupun pelayanan publik yang memadai. Daerah kantong-kantong kemiskinan tersebut menyebar diseluruh wilayah Indonesia dari dusun-dusun di dataran tinggi, masyarakat tepian hutan, desa-desa kecil yang miskin, masyarakat nelayan ataupuin daerah-daerah kumuh di perkotaan.
Sebelum masa krisis pada tahun 1997, Indonesia menjadi salah satu model pembangunan yang diakui karena berhasil menurunkan angka kemiskinan secara signifikan. Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) dari BPS, dalam kurun waktu 1976-1996 jumlah penduduk miskin di Indonesia menurun dari 54,2 juta jiwa atau sekitar 40% dari total penduduk menjadi 22,5 juta jiwa atau sekitar 11%. Keberhasilan menurunkan tingkat kemiskinan tersebut adalah hasil dari pembangunan yang menyeluruh yang mencakup bidang pertanian, pendidikan, kesehatan termasuk KB serta prasarana pendukungnya.







BAB II
PEMBAHASAN

Definisi Kontrasepsi
Pengaturan kelahiran, yang dikenal pula sebagai Kontrasepsi dan Pengaturan Fertilitas, merupakan metoda atau alat yang digunakan untuk mencegah kehamilan. Perencanaan, pembekalan, dan penggunaan kontrasepsi disebut Keluarga Berencana. Seks aman, seperti penggunaan kondom wanita atau pria, juga dapat membantu mencegah infeksimenular seksual. Metode pengaturan kelahiran telah digunakan sejak zaman dahulu, tetapi metode yang efektif dan aman baru tersedia pada abad ke 20. Pada beberapa kebudayaan akses pada kontrasepsi dibatasi karena dianggap tidak sesuai baik secara moral maupun politik.
Metode kontrasepsi yang paling efektif adalah sterilisasi dengan vasektomi pada pria dan pengikatan tuba/saluran falopii pada wanita, alat kontrasepsi dalam rahim (Akdr/Iud) dan kontrasepsi implan (Susuk Kb). Ini disusul dengan sejumlah kontrasepsi hormonal termasuk Pil Oral, Koyo, Cincin Vagina, dan Suntik. Metode yang kurang efektif termasuk barier seperti Kondom, Diafragma, dan Sponge Kontrasepsi serta Metode Keluarga Berencana Alamiahs. Metode yang kurang efektif yaitu Spermisida dan Sanggama terputus oleh pria sebelum ejakulasi. Sterilisasi, walaupun sangat efektif, biasanya tidak reversibel; semua metode lain bersifat Reversibel, sebagian besar segera setelah dihentikan. Kontrasepsi darurat dapat mencegah kehamilan dalam beberapa hari setelah hubungan seks tanpa perlindungan. Ada yang menganggap pantang berhubungan seks sebagai kontrasepsi, tetapi pendidikan seks yang hanya mengandalkan pantang dapat meningkatkan kehamilan di usia remaja jika tidak disertai pendidikan kontrasepsi.

Jenis kontrasepsi yang banyak digunakan wanita, yaitu IUD.
¨  IUD adalah sebuah alat kontrsepsi berupa kumparan kecil panjangnya 3 cm dimasukkan oleh dokter ke dalam rahim untuk mencegah kehamilan. Seorang perempuan yang memasang IUD namun hamil harus melakukan USG karena kemungkinan terjadinya kehamilan ektopik lebih tinggi. Apabila USG menunjukkan bahwa kehamilan berada dalam rahim, sangat penting IUD dikeluarkan sebelum melakukan aborsi.
Kelebihan IUD :
¨  Akan segera efektif begitu terpasang di rahim anda
¨  Anda tidak perlu mengingat-ngingat ataupun melakukan kunjungan ulang untuk menyuntik tubuh anda
¨  Tidak mempengaruhi hubungan seksual dan dapat meningkatkan kenyamanan  berhubungan karena tidak perlu takut hamil
¨  Tidak ada efek samping hormonal seperti halnya pada alat kontrasepsi hormonal
¨  Tidak akan mempengaruhi kualitas dan volume ASI
¨  Dapat dipasang kapan saja, tidak perlu pada saat masa haid saja asal anda tidak sedang hamil atau diperkirakan hamil.
Kekurangan IUD :
¨  Akan terasa sakit dan kejang selama 3 hingga 5 hari setelah pemasangan
¨  Mungkin dapat menyebabkan anemia jika pendarahan pada saat haid sangat banyak
¨  Jika pemasangan tidak benar, bisa saja terjadi perforasi dinding uterus.
¨  Tidak bisa mencegah infeksi penyakit menular seksual
¨  Tidak baik digunakan pada perempuan yang rentan terkena penyakit menular seksual karena sering berganti pasangan
¨  Jika perempuan yang terkena IMS (infeksi menular seksual) memakai IUD, dikhawatirkan akan memicu penyakit radang panggul.
Efek samping dari penggunaan IUD :
   ¨  Perubahan siklus haid pada 3 bulan pertama, dan akan berkurang setelah 3 bulan
   ¨  Haid akan lebih lama dan lebih banyak.
   ¨  Kadang-kadang terjadi pendarahan (spotting) diantara masa menstruasi




BAB III
KESIMPULAN

Mengentaskan kemiskinan dengan program KB diperlukan kesadaran akan pentingnya keluarga berencana agar tidak bertambahnya jumlah penduduk di Indonesia. Dengan penyuluhan tentang keluarga berencana dan berbagai alat kontrasepsi dilakukan sebagian aktivis di harapkan dapat membantu pemerintah memberantas kemiskinan. Slogan yang harus diterapkan setiap keluarga muda adalah “ 2 ANAK LEBIH BAIK” 


DAFTAR PUSTAKA : 
http://www.womenonwaves.org/id/page/3349/can-i-have-an-abortion-if-i-have-an-iud
http://posyandu.org/keluarga-berencana/89-iud/618-keuntungan-kerugian-pemakaian-iud.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Pengaturan_kelahiran

Tidak ada komentar:

Posting Komentar